Gula dan Maknanya bagi Ekonomi Indonesia

Gula sudah lama menjadi perhatian pemerintah. Ukuran besarnya perhatian pemerintah terhadap gula tersebut dapat kita ama ti, antara lain mulai dari ditetapkannya gula sebagai barang dalam pengawasan atau lahirnya Inpres No. 9 Tahun 1975 tentang Tebu Rakyat Intensifikasi. Selanjutnya, pemerintah membentuk Dewan Gula Indonesia (yang sekarang ini sudah dibubarkan) untuk mengkoordinasikan beragam kebijakan; menugaskan Bulog sebagai lembaga yang menangani distribusi gula yang kemudian tugas ini dihilangkan atas desakan IMF sebagai bagian dalam paket res trukturisasi ekonomi akibat krisis ekonomi pada 1997. Pemerintah juga memiliki BUMN yang bertugas memproduksi gula seperti PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XIV dan RNI.

Baca Juga : kota-bunga.net

Bahkan menanam tebu pun sudah menjadi bagian dalam ritual budaya kita, khususnya masyarakat Sunda, Jawa dan Bali. Pertanyaannya, mengapa dengan perhatian sedemi kian besar itu produksi gula yang ditargetkan un tuk paling tidak memenuhi kebutuhan kita sendiri (swasembada gula) belum dapat kita capai? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Ber dasarkan ukuran dampak ganda (multiplier effects) dari hasil analisis model Input-Output yang dibangun BPS, gula tergolong kelompok sektor unggulan dalam arti total dampak ganda di atas rata-rata nasional.

Posisi dalam sektor unggulan ini, gula berurutan dengan sektor minyak dan lemak dan di atas posisi sektor industri pupuk atau sek tor industri padi. Artinya, sektor industri gula ini menempati posisi strategis dalam perekonomian nasional. Sektor industri gula memberikan dampak rambatan ke depan (foreward linkages) 1,32 dan dampak ke belakang (backward linkages) 2,12 dengan total dampak ganda (multiplier effects) bernilai 3,44. Total nilai dampak ganda gula ini lebih besar da ri total nilai dampak ganda industri pupuk dan pes tisida, yaitu 3,42. Arti sederhananya, peningkat an satu unit perubahan dalam industri gula akan menyebabkan perubahan total sebesar 3,44 unit. Suatu gambaran dampak perubahan yang besar.

Dinikmati Petani Negara Lain

Walaupun dampak ekonomi sektor pergulaan ini besar, kita mendapatkan gambaran ekonomi pergulaan nasional lebih banyak diisi gula impor. Apa dampaknya terhadap perkembangan usahatani tebu sebagai landasan industri gula dalam negeri? Andaikan impor setara dengan 3 juta ton gula untuk mengisi kekurangan permintaan dalam negeri, apa dampaknya berdasarkan perkiraan model Input-Output 2010 BPS? Tambahan permintaan gula 3 juta ton berdampak langsung pada peningkatan output produksi gula dalam negeri senilai Rp42,9 triliun (49,03%), dan berdampak tidak langsung pada produksi tebu Rp18,54 triliun (21,14%). Secara total dampak terhadap output ekonomi nasional sebesar Rp87,69 triliun. Selanjutnya tambahan permintaan gula 3 juta ton ter sebut berdampak terhadap peningkatan pendapatan usahatani tebu sebesar Rp12,8 triliun (33.97%) dan industri gula Rp11,52 triliun (30,51%). Total peningkatan pendapatan seluruh sektor ekonomi yang terkena dampaknya mencapai Rp37,76 triliun.

Peningkatan permintaan gula 3 juta ton tersebut ber dampak sangat besar terhadap lapangan kerja, yaitu pada sektor usahatani tebu sebanyak 2,26 juta orang (73,03%) dan sektor industri gula sebanyak 453 ribu orang (14,64%). Total peningkatan kesempatan kerja termasuk di sektor perdagangan, industri tepung, kelapa, dan sektor lainnya yang terkait dengan gula mencapai 3,09 juta orang. Namun dampak peningkatan permintaan gula 3 juta ton itu terhadap peningkatan output, pendapatan dan kesempatan kerja nasional tidak sepenuhnya dinikmati petani tebu Indonesia karena 3 juta ton setara gula tersebut berasal dari impor. Negara kehilangan sebagian besar kesempatan ekonomi peningkatan penyediaan gula dari impor. Kesempatan ekonomi berupa pendapatan dan kesempatan kerja justru dinikmati penduduk atau petani di negara lain seperti Thailand, Brasil, dan Australia tempat asal gula impor tersebut.

Andaikan gula 3 juta ton itu berasal dari produksi tebu dalam negeri sungguh besar kesempatan ekono minya. Paling tidak negara mampu meningkatkan pendapatan petani tebunya sebesar Rp12,8 triliun dan memberikan lapangan kerja petani tebu sebanyak 2,26 juta orang. Impor gula melonjak sejak 1995 hingga sekarang. Impor gula ini menggunakan terminologi: raw sugar(gula mentah), gula rafinasi (refined sugar) atau gula kristal putih (plantation white sugar). Apa pun namanya, pada akhirnya dikonsumsi manusia baik dalam bentuk gula yang dimasukkan ke dalam secangkir teh atau kopi maupun pemanis dalam makanan dan minuman.

Masih Perlu Dipacu

Selain melihat gula sebagai komoditas ekonomi, ki ta perlu melihat gula dari sudut pandang kese hat an masyarakat.WHO (2015) merekomendasi kan, tingkat konsumsi gula adalah 25 g/kapita/ hari, sedikit di bawah rekomendasi Pola Pangan Ha rap an Nasional (LIPI, 2007) yaitu 30 g/kapita/ hari. Sedangkan rekomendasi Kementerian Kese hatan lebih tinggi, 50 g/kapita/hari. WHO (2015) menyodorkan data konsumsi gula rata-rata dunia 62 g/kapita/ hari, sedangkan Tabel Input-Output BPS 2010 menunjukkan konsumsi gula rata-rata penduduk Indonesia adalah 55 g/kapita/hari.

Jadi, tingkat konsumsi gula per kapita/hari penduduk Indonesia sudah jauh di atas rekomendasi WHO dan Rekomendasi Pola Pangan Nasional. Dengan tingkat konsumsi 55 g/kapita/hari dan jumlah penduduk 250 juta jiwa, maka jumlah gula yang dikonsumsi per tahun oleh Indonesia mencapai 5 juta ton lebih. Tingkat konsumsi gula sekitar ini setara tingkat konsumsi gula di Amerika Serikat. Namun, apabila kita gunakan standar WHO atau Pola Pangan Harapan kita, maka demi meningkatkan kesehatan masyarakat kita, total produksi sekitar 3 juta ton saja sudah mencukupi kebutuhan untuk hidup sehat. Berdasarkan data Tabel Input-Output Indonesia 1995 dan 2010, kita menyaksikan penggunaan gula per unit output industri makanan dan minuman me nurun sebesar 50%. Selanjutnya, peningkatan output industri makanan dan minuman mencapai 900%, padahal peningkatan penggunaan gula dalam industri makanan dan minuman secara absolut hanya meningkat sebesar 2,74%. Apakah industri makanan dan minuman mensubstitusi gula dengan pemanis buatan seperti siklamat atau sakarin? Pertanyaan yang menarik untuk diteliti lebih jauh. “Kita impor gula karena harganya lebih murah”.

Pernyataan tersebut benar apabila dipandang me nurut sudut finansial semata. Dari kacamata eko nomi, perlu ditelusuri lebih lanjut, khususnya peran subsidi dan proteksi terhadap petani tebu atau gula bit di negara-negara lain. Walaupun begitu, memang benar kita harus mening katkan daya saing produk gula hasil produksi dalam negeri. Mana yang kita dahulukan, gula sebagai sektor ekonomi unggulan atau pemenuhan konsumsi masyarakat yang jauh melebihi tingkat konsumsi yang menyehatkan masyarakat? Dengan mempertimbangkan dampak industri gula terhadap per ekonomian, pendapatan dan lapangan pekerjaan di satu pihak dan dampak kelebihan konsumsi gu la terhadap kesehatan, maka impor gula semes ti nya dibatasi dan disesuaikan dengan target pening katan indeks kualitas hidup manusia Indonesia (Human Development Index). Dengan perkataan lain, pembangunan industri gula di dalam negeri perlu dipacu dan dikembangkan. Mungkin makna sektor andalan atau unggulan dari industri pergulaan sesuai dengan ukuran di atas belum menjadi kesadaran yang menggugah dan sungguh-sungguh menjadi amal-perbuatan yang amanah di bidang ini. Inilah yang menyebabkan kita belum bisa swasembada gula.

Upaya Maksimalkan Rendemen

Dedy Panca Setyawan, Senior Manager PT Altrak 1987 yang juga seorang pemerhati industri gula mengatakan, industri gula di Indonesia masih menarik bagi para investor. “Tebu di Indonesia tetap menjadi sektor menarik karena kita baru bisa produksi 2,5 juta ton sementara kebutuhan 4,5 juta ton,” katanya sewaktu ditemui AGRINA di Jakarta (26/7). Industri gula, lanjut Dedy, merupakan salah satu industri yang masih menjanjikan keuntungan investasi hingga 15%. Namun di sisi lain, menurut pengamatan Bambang Setiarso, saat ini tenaga kerja di lahan tebu makin langka dan makin mahal, jadi mau tidak mau dan suka tidak suka harus masuk ke me kani sasi. “Mekanisasi itu sebetulnya efisien. Buktinya PG Gunungmadu di Lampung (biaya produksi) bisa sampai jadi gula enggak sampai Rp5.000- an/kg. Kalau di Jawa, biaya produksi Rp8.000/kg. Gimana mau bersaing?,” sergah Direktur PT Marga ta ma Bangun Karsa, konsultan perkebunan tebu di Surabaya, Jatim.

Mekanisasi di Lahan

Proses pengolahan lahan dengan mekanisasi, me nurut Bambang, melalui urutan pekerjaan, yaitu bajak I, bajak II, kemudian harrow/garu. “Kalau tanamnya mau manual pakai Ridger/Kaer. Bikin lubang untuk tanam bibit sekaligus diberi pupuk pertama. Setelah tanam disemprot herbisida su paya selama 1,5 bulan tidak ada gulma,” jelas alumnus Jurusan Mekanisasi, Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini. Setelah tebu berumur 1,5 bulan, lanjut dia, tanah digemburkan dengan kultivator 100 HP. Seminggu setelah penggemburan, kemudian diberi pupuk kedua. Untuk pupuk kedua, digunakan alat aplikator pupuk.

Selanjutnya bisa gunakan subsoiler dan push emergent untuk penyemprotan terakhir. “Kalau untuk ratoon (ratun), tebu ditebang kemudian dikepras lalu digemburkan. Keprasnya pakai Stubble Shaver, penggemburannya pakai Terra Yyne,” jelas Bambang yang pernah berkiprah di sa lah satu PTPN tebu itu. Biaya mekanisasi untuk pengolahan tanah sampai tebu berumur tiga bulan kurang lebih sekitar Rp8 juta. Usman A. Rasjid, petani tebu asal Malang, menyebutkan saat ini petani tebu di daerah Malang baru menggunakan mekanisasi untuk membajak, belum ke perlakuan lainnya. “Kami di Malang memang lebih memikirkan soal kemitraan dengan petani penggarap disamping mekanisasi yang terganjal soal penguasaan lahan yang belum di-grouping (dikelompokkan),” kata Usman.

Panen dengan Mesin

Dedy mempertegas mekanisasi total pada saat panen dapat mengurangi kehilangan hasil (losses). “Karena mengurangi losses, makanya rendemen bi sa naik,” katanya. Pemanenan tebu ada yang masih manual, semi mekanisasi dan mekanisasi penuh. Ia melanjutkan, perbedaan metode pemanenan sangat berpengaruh pada rendemen. Di Indone sia mekanisasi penuh dikenal juga dengan Tebang Muat Angkut (TMA). Tebu yang sudah dipotong harus segera diangkut agar tidak banyak menetes niranya. Pada proses pemotongan manual, terkadang pemanen bekerja asal-asalan sehingga kehilangan hasil tinggi. “Yang di bawah tebunya tertinggal banyak kalau potong asal. Padahal kandungan (gula) paling banyak ya ada di bawah situ.

Kalau pakai mesin pemanen, ada yang mengikuti kontur tanah jadi dipa pas sampai tanahnya tapi ratun tetap ada,” terang Dedy. Pemanfaatan mesin panen tebu, seperti alsintan lain, perlu mempertimbangkan dimensi sosial, khu susnya tenaga kerja. Di Malang, menurut Agung Rino, salah satu petani tebu masih manual menggunakan tenaga orang karena itu bentuk ke mitraan yang masih kuat. Untuk tebang ratarata ongkosnya Rp4.500-Rp5.000 per kuintal angkut. Usman menimpali, hal ini bergantung pada ja rak kebun dan PG. “Semakin jauh jarak PG biaya angkutnya makin mahal, malah bisa-bisa diimbal (dioper angkut),” jelasnya. Selain teknik pemanenan, manajemen penyimpanan juga penting untuk diperhatikan. Tebu yang terlalu lama menumpuk dan tidak segera digiling dipastikan banyak kehilangan nira. Yang paling bagus setelah TMA masuk pabrik, langsung digiling. “Tebu segar itu paling bagus. Apalagi kalau tebunya dipotong pendek-pendek, kalau disimpan terlalu lama ya banyak hilangnya karena sumber tetesnya banyak,” komentar Dedy. Lebih jauh Dedy menganjurkan, sebaiknya PG di Indonesia belajar dari PG di India. Selain memproduksi gula, produk sampingan PG dapat diolah lebih lanjut menjadi sumber energi. Hasil sampingan ini tentunya mendatangkan pendapatan tambahan bagi pelaku industri.

Masih ada Kendala

Di Kabupaten Malang, Jatim, tebu merupakan penopang utama sektor perkebunan. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Tomi Herawanto menjelaskan, selain luasan lahan yang besar, kunci utama tebu tetap menjadi komoditas utama adalah kondisi agroklimat di dataran tinggi yang menguntungkan. “Agroklimat inilah yang membuat produksi tebu tinggi secara kuantitas dan kualitas,” terangnya. Keberadaan dua PG dengan kapasitas relatif be sar di Malang, sambung dia, juga menguntungkan bagi para petani. Dari segi on farm ada sinergi pem ba gian area di kedua PG dan dari segi produksi, ke duanya relatif bagus. “Pabrik terus memperbaiki ki nerjanya. Terbukti tahun lalu Kebon Agung menjadi pabrik dengan rendemen tertinggi nasional, sedangkan Krebet menjadi yang ketiga terbaik,” ungkap To mi ikut bangga.

Sistem kerja dengan PG Kebon Agung, jelas Dodik Y., pe ta ni tebu di Ma lang, dalam kurun waktu dua-tiga tahun ke de pan sejum lah lahan peta ni akan dike lompok kan (regroup). Selain memudahkan koordinasi, hal ini juga diharapkan melancarkan upaya intensifikasi seperti pe ningkatan mekanisasi. Memang, tidak semua petani bersedia lahannya diperlakukan seperti itu. Agung berpendapat, insentif terbaik bagi petani tebu adalah harga gula. “Asalkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) tinggi, subsidi dikurangi pun saya kira semua petani masih akan bersemangat menanam tebu,” tegasnya. Sebaliknya, kebijakan impor gula dinilai sangat mempengaruhi animo petani bertanam tebu. Dalam pikiran petani, kalau ada impor besar-besaran berarti tata niaga tidak diurus karena tidak ada jaminan harga yang bagus untuk petani. Terkait harga, Agung mengungkap, tahun lalu bisa mencapai Rp10.800/kg dengan rendemen sekitar 6,3%. Sementara Usman memperkirakan rendemen tahun ini tidak lebih tinggi dibanding tahun lalu karena faktor cuaca yang buruk.

Smartfren Andromax G2 Quad Core Terjangkau Bagian 4

Beragam aplikasi bisa dijalankan secara bersamaan dengan lancar. Begitu pula game game 3D bisa berjalan lancar tanpa gejala lag. Browsing ke situs-situs berat juga terasa meyakinkan, tentu saja asalkan akses internetnya memadai. GPS sebagai alat navigasi bisa dijalankan dengan mudah, termasuk di dalam ruangan, berkat adanya A-GPS.

Yang juga menarik, Andromax G2 memiliki ftur Snapdragon Quickcharge yang memangkas waktu charging lebih singkat sekitar 40% lebih cepat. Fitur dari Qualcomm ini sangat membantu saat baterai hampir habis dan terburu waktu. Hasil uji benchmarknya menunjukkan skor yang lumayan bagus, dan terlihat dari lancarnya beragam aplikasi dan game yang dijalankan.

Smartfren Andromax G2 Quad Core Terjangkau Bagian 3

Audio Lewat speaker, lagu bisa dinikmati dengan dengan nada tengah dan tinggi yang dominan. Meski hanya mono, muntahan suara speaker terbilang kuat dan juga jernih. Uniknya, suara tak teredam meski ponsel ditaruh di permukaan datar seperti meja. Lewat headset bawaan, suara stereo bisa didengar dengan nyaman.

Dengan mengganti headset lain, nada bass yang bulat dan bertenaga bisa dinikmati. Untuk equalizer, Andromax G2 dibekali Snapdragon Audio+, dengan 11 pilihan equalizer siap pakai dan lima kanal equalizer manual. Hiburan lain, radio FM yang cukup sensitive dimiliki, karena bisa menangkap banyak stasiun radio yang ada. Siaran radio bisa direkam, dan bisa diatur agar mati otomatis dalam 15 menit hingga 1 jam. Kinerja Dengan prosesor Snapdragon Quad core dan memori RAM 512MB, kinerja Andromax G2 bisa diandalkan.

Smartfren Andromax G2 Quad Core Terjangkau Bagian 2

teknorus.com – Fitur lain ada privacy advisor, Anti theft, anti spam, dan RAM optimization. Dengan menambahkan Rp 5500 per bulan, pengguna bisa menikmati layanan premium yang lebih lengkap dan lebih aman, seperti Auto update database, Premium Anti theft, Financial & Account Protection, dan Anti-eavesdropping.

Baca juga : Gambar Keren

Untuk browser, sudah disediakan Baidu yang lebih powerfull dan ftur lebih lengkap daripada browser standar Android. Aplikasi chating popular BBM Android juga tersedia dan siap digunakan. LED Flashlight akan berguna kalau di tempat gelap atau mati lampu. PicMix sebagai aplikasi editing foto lokal yang makin popular, juga tersedia. Pengguna tak perlu khawatir ketinggalan update frmware terbaru, karena bisa dilakukan sekali klik dengan Wireless update. Dokumen Ofce bisa langsung dibuka dengan Kingsoft Ofce.

Selain itu, Smartfren juga membekali Andromax G2 dengan aplikasi bawaan seperti FunBox (situs hiburan), Gudang musik (toko music online), Lipstik TV ( situs berita infotainment), dan Smartfren appstore (toko aplikasi). Kamera Resolusi kamera Andromax G2 ditingkatkan ke 5 MP dan 1.3 MP. Hasilnya, ada peningkatan dibanding tipe sebelumnya. Di luar ruang, foto terekam lebih tajam dengan warna lebih alami. Objek jarak dekat juga bisa dipotret dengan baik.

Di dalam ruang, noise sedikit muncul, namun foto masih bisa dinikmati dengan baik, termasuk ketajaman dan tone warnanya. Kehadiran ?ash mampu mendongkrak kualitas foto di dalam ruang, meski jaraknya agak terbatas. Foto di dalam ruang juga harus dijaga dari guncangan tangan, agar foto terekam dengan baik. Kamera depan yang 1.3 MP yang bagus membuat foto selfe dan video chat bisa tampil menarik.

Sebagai smartphone Android, pengguna bisa menemukan banyak aplikasi menarik untuk mendongkrak kinerja kamera. Inilah yang membedakan kamera di ponsel Android dengan lainnya. Beragam efek menarik, bahkan yang tak terbayangkan, bisa dipoles di hasil foto. Rekaman video HD juga senada, hasilnya tajam dengan pergerakan objek yang halus, tanpa gejala tersendat sedikit pun. Bahkan, di dalam ruang, kinerja perekam videonya juga memuaskan.

Smartfren Andromax G2 Quad Core Terjangkau

Smartphone Android menempati hati pengguna ponsel. yang kian tinggi. Hal itulah yang ditawarkan Smartfren lewat smartphone terbarunya, Andromax G2, sebagai penerus Andromax G yang sebelumnya juga laris di pasaran. Desain dan Layar Secara desain, masih sama dengan seri sebelumnya, namun dengan ukuran layar lebih lega, yaitu 4.5 inch. Bahan casing dan warnanya juga sama, dengan pilihan warna hitam, putih dan biru.

Baca juga : Net89

Layar yang sedikit lebih lega ini terasa lebih nyaman, lebih lega dipakai untuk menikmati isinya, namun masih cukup nyaman ketika disimpan di saku. Ukurannya juga terasa pas saat dipegang dan dioperasikan dengan satu tangan saja. Port dan tombol tersedia lengkap, yaitu volume, power, port microUSB, dan jack audio 3.5mm. Di belakang, ada kamera plus ?ash, dan speaker mono. Slot CDMA dan GSM terletak berdampingan. Di sebelahnya, slot microSD bisa dilepas-pasang tanpa harus mematikan ponsel. Respon layar 4.5 inch yang bagus, memudahkan saat browsing situs favorit.

Juga saat bersosialisasi di facebook atau twitter. Enak juga diajak ngebut saat memainkan game 3D, dan tentu saat menikmati video beresolusi tinggi. Antarmuka dan Aplikasi Berbekal OS Android 4.3 Jelly Bean, tampilan antarmukanya terlihat segar dengan wallpaper berwarna-warni atraktif. Di homescreen, ada beberapa pintasan bawaan, seperti Google Search, Funbox, Smart World, Smartfren Store, Baidu Browser, Music.

Tersedia pula Smartfren Customer Info, sehingga pengguna juga bisa mengecek informasi kartu Smartfren yang dipakai, terdiri dari nomor kartu, sisa kuota data, beneft dari paket, masa berlaku kartu, dan sisa pulsa. Tampilan ikon juga tampak segar dengan desain menarik dan pilihan warna yang cerah. Ukuran Makin banyak dan makin marak penyukanya.

Yang menarik, harganya makin terjangkau dengan spesifkasi ikon yang besar memudahkan pencarian di antara bercampurnya ikon aplikasi dan game yang telah diinstalasi. Banyak aplikasi bawaan yang bisa dinikmati secara langsung. Ada Smartshield sebagai antivirus pelindung data. Kemampuannya seperti proses scan cepat, backup nomor kontak, dan perlindungan data pribadi saat menjelajah internet.

Tim Basket Putri 3 x 3 Ubah Strategi Bagian 3

Sebelumnya, Dewa Ayu dan kawan-kawan juga mengikuti Piala 3 x 3 Asia FIBA 2018 pada April lalu di Shenzhen, Cina, di mana mereka terhenti di perempat final. Pada akhir Mei 2018, mereka menjadi peserta Turnamen Profesional Putri Internasional “Chengdu Challenger” 2018, tapi tak bisa melaju jauh setelah kalah tiga kali. Sebagai kompetisi penutup sebelum Asian Games 2018, timnas putra-putri mengikuti turnamen Nations League 3 x 3 U-23 FIBA di Utsonomiya, Jepang, pada 28–29 Juli lalu.

Timnas bola basket 3 x 3 putri sendiri ditargetkan meraih medali perunggu di Asian Games 2018. Pesaing terkuat mereka adalah tim Cina dan Jepang, yang pernah bertemu di turnamen persiapan Asian Games. “Saat itu kalah, tetapi skornya tidak jauh dan peluang menang tetap ada,” kata Wahyu.

Tim Basket Putri 3 x 3 Ubah Strategi Bagian 2

Pelatih tim nasional bola basket 3 x 3 putri Indonesia, Wahyu Widayat Jati, telah menyiapkan strategi khusus untuk timnya, lantaran salah satu pemain andalan, Jovita Elizabeth Simon, urung masuk tim. Jojo, sapaan Jovita, mengalami cedera lutut setelah menjalani pemusatan latihan dan mengikuti beberapa kompetisi di Cina dan Eropa. “Jovita memiliki teknik penguasaan bola yang lumayan. Namun, setelah dia cedera, tim tidak lagi memiliki pemain dengan kemampuan sama seperti Jojo. Jadi, harus ada perubahan strategi,” ujar Wahyu.

Tanpa Jojo, menurut Wahyu, skuadnya harus bermain dengan bola-bola cepat. Bola tidak bisa dipegang terlalu lama. Jika bola berada di tangan, Wahyu meminta para pemainnya berpikir cepat untuk menentukan tindakan selanjutnya, entah itu mengoper atau melempar ke keranjang. “Harus sesedikit mungkin pegang bola. Kalau bisa langsung berikan ke teman atau serang ke keranjang,” kata Wahyu.

Dia menam bahkan, sistem seperti itu sudah dipertajam kala skuadnya menjalani pemusatan latihan di Serbia pada Juli lalu. Dalam persiapannya, timnas putri terlibat dalam serangkaian kompetisi 3 x 3 mulai akhir Juni sampai minggu kedua Juli 2018 di Belanda, yaitu Streetball Masters Weert (di mana mereka menjadi juara), Streetball Masters Heerenveen, Streetball Masters Utrecht, dan Streetball Masters Rotterdam.

Tim Basket Putri 3 x 3 Ubah Strategi

Tim nasional bola basket 3 x 3 putri Indonesia telah menetapkan skuad yang terdiri atas empat pemain yang akan diturunkan di Asian Games XVIII 2018. Mereka terpilih setelah menjalani pemusatan latihan dan beberapa kali kompetisi. Manajer timnas 3 x 3 Indonesia, Fareza Tamrella, mengatakan keempat pemain tersebut adalah Christine Apriyani Rumambi, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Delaya Maria, dan Ni Putu Eka Liana.

“Manajemen timnas 3 x 3 memutuskan tim yang paling siap untuk Asian Games 2018 adalah tim dengan para pemain ini,” ujar Fareza Tamrella di Jakarta, Senin malam lalu. Adapun empat atlet timnas 3 x 3 putri merupakan pebola basket konvensional lima lawan lima yang berlaga di kompetisi bola basket putri nasional Srikandi Cup. Christine Apriyani bermain di klub Merah Putih Samator, Dewa Ayu dan Ni Putu Eka di Merpati Bali, serta Delaya Maria di Tenaga Baru.

Dengan komposisi seperti itu, dua pemain tertinggi di timnas putri, yakni Ni Putu Eka (bertinggi badan 185 sentimeter) dan Dewa Ayu (177 sentimeter), diplot sebagai big man yang ditopang dua small, Delaya Maria (168 sentimeter) dan Christine Apriyani (172 sentimeter).

Ubah Atap Karena Bocor Bagian 2

Untuk denah rumah, memang saat ini saya lihat dinding depan sangat dekat dengan jalan, sementara Anda tidak menjelaskan berapa lebar jalan di depan rumah Anda. Sudah menjadi peraturan baku dan standar bahwa Garis Sempadan Bangunan (GSB), yaitu dinding paling depan dari rumah harus memiliki ruang dan jarak dengan pagar/batas jalan. Pada umumnya jarak/lebar GSB adalah setengah dari lebar jalan. Jadi apabila jalan di depan rumah Anda lebarnya adalah 6.00m, maka kirakira GSB atau jarak dinding rumah dengan pagar Anda adalah 3.00m.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Namun apabila bukan berupa dinding tertutup—misalnya carport, teras, balkon, dan sebagainya Anda masih bisa melewati GSB. Oleh sebab itu, dinding depan rumah Anda saya buka dan saya jadikan sebagai teras sekaligus ruang penerima tamu mungil. Kemudian ruang tamu yang ada saya tambahkan lebarnya dan dijadikan sebagai ruang tidur yang luasnya lebih ideal dibandingkan sebelumnya. Dengan posisi seperti ini, Anda bisa mendapatkan ruang tengah yang terasa lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Ruang tengah ini dapat sekaligus menjadi ruang keluarga, ruang makan, dan dapur Bagian paling belakang rumah saya buat sebagai ruang terbuka. Sebagian berupa taman kering dan sebagian lainnya sebagai ruang cuci dan setrika. Ruang Tidur di Atas Di lantai atas, ruang tidur utama saya letakkan di bagian depan. Di sini saya buat menjadi sebuah ruang tidur utama yang ideal dan senyaman mungkin. Seandainya Anda memerlukan kamar mandi pribadi, Anda dapat mengubah bukaan pintu kamar mandi dari dalam rumah. Sedangkan untuk ruang tidur 2 dapat menggunakan kamar mandi di lantai 1.

Saya memanfaatkan penutup atap teras rumah sebagai balkon untuk ruang tidur utama ini. Ruang antara ruang tidur utama dan ruang tidur 2 saya jadikan sebagai ruang buku atau perpustakaan mini keluarga Anda, sedangkan di atas ruang cuci dan setrika saya buat sebagai ruang jemur. Kemudian untuk sumur resapan air hujan, Anda dapat membuatnya di depan teras rumah. Air hujan dari belakang rumah dapat saja disalurkan melalui talang tertutup ke depan. Namun Anda juga bisa membuat satu lagi sumur resapan di taman kering belakang rumah jika Anda tidak mau membuat saluran air tertutup untuk ke depan rumah. Mudah-mudahan ide yang saya berikan dapat berkenan dan dapat menjadi rumah mungil keluarga yang nyaman.