2 Alasan Bayi Asi Tumbuh Cerdas

Riset dari Brigham Young University yang dimuat di The Journal of Pediatrics menyebutkan, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dan lebih berprestasi di sekolah. Hal ini berkaitan dengan cepatnya respons terhadap kebutuhan emosional anak dan kebiasaan membaca untuk anak sejak usia 9 bulan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Kedua hal ini cenderung dilakukan oleh para mama menyusui,” kata Ben Gibbs, salah satu peneliti. Hasil riset ini juga ditegaskan oleh pakar perkembangan anak, Sandra Jacobson, dari Wayne State University School of Medicine. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan ASI selama 6 bulan atau lebih cenderung meraih hasil yang tinggi dalam penilaian membaca. “Ini karena anakanak tersebut mendapatkan praktik pengasuhan yang paling optimal dari orangtuanya,” ujar Jacobson. Membaca untuk bayi setiap hari dimulai sejak usia 9 bulan dan sensitif terhadap sinyal-sinyal dari bayi selama berinteraksi dengannya merupakan Iaktor yang secara signiO kan menandakan kesiapan membaca anak begitu memasuki usia 4 tahun.

Siapa Yang Harus Lebih Sering USG? Mereka adalah para mama dengan aktivitas dan tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi, yang membuatnya harus sering mengangkat barang, berjalan atau berdiri, bekerja dalam waktu lama, bahkan masuk dalam shift malam. Bila Mama termasuk kategori ini, pemeriksaan USG yang lebih sering pada trimester 3 dapat membantu memantau perkembangan bayi dan menemukan berbagai masalah yang mungkin muncul. “Yang ideal adalah mengubah jadwal bekerja mamil,” ujar Cynthia Gyamfi , MD, Asisten Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Columbia University Medical Center di New York City.

Asi tidak mencukupi Ternyata, ini berkaitan dengan insulin yang diproduksi selama masa menyusui. Riset yang dimuat di jurnal PLOS ONE menemukan, kelenjar susu ternyata menjadi sensitif terhadap insulin selama masa menyusui. Hal ini menyebabkan ASI yang dikeluarkan oleh para mama dengan gangguan metabolisme glukosa akan butuh waktu lebih lama. Gangguan ini biasa dialami oleh mama yang memiliki berat badan berlebih, mempunyai anak pada usia matang, atau melahirkan bayi dengan berat badan besar. Menurut ahli, kondisi ini bisa dicegah dengan pemberian obat untuk mengontrol gula darah, sehingga reaksi insulin terhadap kelenjar susu bisa diperbaiki dan suplai ASI bisa lebih banyak. “Namun, yang paling ideal adalah mengubah diet dan lebih banyak berolahraga,” kata Laurie Nommsen-Rivers, PhD, RD, IBCLC, salah satu peneliti yang berasal dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *