Bangun Generasi Bergerak

WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Discases Attributable to Selected Major Risk menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik atau physical inactivity merupakan penyebab kematian peringkat ke-4 tertinggi setelah diabetes (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), merokok.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Di Indonesia sendiri, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukan, hampir separuh dari proporsi penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun (42%) masih tergolong memiliki gaya hidup tidak aktif (sedentary/kurang beraktivitas fisik). Pada kelompok usia anak-anak (10-14 tahun) dan remaja hingga dewasa muda (15- 24 tahun) bahkan ditemukan 67% dan 52% di antaranya tergolong memiliki gaya hidup tidak aktif. Sebagaian besar terjadi di wilayah Pulau Jawa.

Secara klinis, dalam jangka panjang hal ini akan berpengaruh pada meningkatnya risiko terhadap kesehatan, khususnya berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan ganguan jantung, bahkan pada usia muda. Dengan fakta ini, Coca Cola meluncurkan kampanye Gerakan INDONESIA SeGar yang mengajak anak-anak bergerak aktif.

Titie Sadarini, Director Public A­ airs and Communications Coca-Cola Indonesia menjelaskan: “Setelah mengaktivasi 20 sekolah di 2014 lalu, pada tahun ini INDONESIA SeGar kembali memperluas program intervensi di sekolah. Tahun ini kami menargetkan setidaknya lebih dari 15.000 siswa dan 1.200 guru dari 30 SD dan SMP lagi akan mendapatkan pelatihan seputar pentingnya gaya hidup aktif dari para dokter spesialis olahraga.”

Dr. Andi Kurniawan, SpKO, Technical Expert Team Indonesia SeGar juga menjelaskan, “Tingkat kebugaran pada usia sekolah sangat penting dan dapat menentukan perkembang an tingkat kesehatan masa dewasa seseorang. Intervensi dari sekolah berperan sangat strategis dalam hal mengubah perilaku. Bukan hanya para siswa, tapi kepala sekolah dan guru juga harus berperan aktif dalam menginspirasikan gaya hi dup aktif.

Aktivitas fisik seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru PENJASKES, tapi dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, seperti observasi di luar ruang dalam pelajaran biologi, berhitung menggunakan gerak tubuh dalam pelajaran matematika, bahkan dalam beberapa menit strecthing pada sela-sela pelajaran akan sangat membantu sekali agar siswa untuk terus bergerak aktif ”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *