Batuk Yang Perlu Penanganan Lanjut

? Pertusis Batuk karena pertusis atau batuk rejan, disebabkan oleh Bordetella pertussis. Batuk pada pertusis sering kali bersambung atau terus-menerus, akibatnya anak tidak mempunyai kesempatan untuk mengambil napas, sehingga dapat terjadi kekurangan oksigen (hipoksemia) yang sangat membahayakan jiwa. ?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Pneumonia Gejala klinis adalah demam, sesak napas, napas cuping hidung, dan nyeri dada pada anak besar. Sebagian besar pneumonia yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri jadi perlu mendapat terapi antibiotik. ?

Tuberkulosis (TB) Anak patut dicurigai menderita TB jika terdapat riwayat kontak erat dengan pasien TB, sakit dan demam lama berulang tanpa sebab yang jelas, berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau berat badan tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan gizi yang adekuat, batuk lama (lebih dari 3 minggu) tanpa sebab yang jelas, diare lama atau berulang tanpa sebab yang jelas, reaksi cepat pasca-imunisasi BCG (kemerahan timbul 3-7 hari setelah suntikan), pembesaran kelenjar getah bening (di leher, ketiak, lipat paha).

Naik Kendaraan Umum

Punya anak kecil selalu menjadi alasan mengutamakan kenyamanan saat bepergian ke luar rumah. Jika punya kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, biasanya kita cenderung naik kendaraan pribadi saat pergi ber sama si kecil. Padahal, boleh banget, lo, sekalikali membawa anak pergi dengan kendaraan umum. Pengalaman naik kendaraan umum akan memberikan sensasi berbeda bagi anak. Ia tak hanya tahu pergi dengan nyaman, tetapi juga tahu serunya berbagi tempat duduk di fasilitas umum. Ia pun jadi tahu, ada banyak orang di luar rumah yang memilih pergi dengan kendaraan umum, plus anak terbiasa melihat dan bertemu banyak orang. Pengalaman berbeda ini justru menjadi bekalnya kelak.

Menjadi Pelindung Anak

Belakangan ini kasus kekerasan dan kejahatan pada anak kembali disorot. Tingginya angka kasus kekerasan dan kejahatan, terutama seksual, terhadap anak membuat kita berpikir kembali, mengapa sulit mendapatkan lingkungan ramah anak, bahkan dari sekitar rumah. Padahal, dalam membesarkan anak, kita perlu kerja sama banyak pihak. Tidak hanya orangtua dan keluarga saja, tetapi juga lingkungan sekitar tempat anak itu bertumbuh.

Pelindung Anak adalah hasil kerja sama UNICEF dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama berbagai LSM, akademisi, serta kelompok relawan. Dalam laman https://pelindunganak.org/, setiap orang dewasa atau remaja dapat terlibat dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak, hanya dengan mengikuti tiga langkah saja, yakni: bergabung melalui media sosial Facebook atau Twitter, share berbagai artikel tentang perlindungan anak di media sosial, dan segera melapor jika melihat atau mengetahui kekerasan terhadap anak. Pendek kata, kita semua bisa bantu turun tangan dalam melindungi anak, generasi masa depan penerus bangsa.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *