Mengenakan Pakaian Ketat, Amankah? Bag2

Kadang diikuti rasa kembung dan mual. Penelitian yang dilakukan oleh California 3acifi c Medical Centeršs :omen & Infants Center menunjukkan, mengenakan pakaian terlalu ketat, terutama di daerah dada hingga perut, dapat membuat mamil lebih gampang terserang heartburn. Tingkatkan Pertumbuhan Jamur pada Kulit dan Vagina.

Baca juga : Kerja di Jerman

Penggunaan celana ketat di negara beriklim tropis, seperti Indonesia, membuat kulit sulit bernapas dan keringat menjadi tertahan, sehingga jamur menjadi lebih mudah berkembang. Jamur pada kulit tentu akan membuat Mama menjadi tidak nyaman. Walau bisa diobati sesuai dengan anjuran dokter, alangkah lebih baik bila Mama bisa menjaga kesehatan kulit, sehingga tidak terpapar obat-obatan selama hamil. Selain menginfeksi kulit, jamur juga bisa berkembang di organ intim.

Jika ini terjadi, biasanya Mama akan mengalami keputihan, yaitu keluarnya cairan dari vagina, berwarna putih atau kekuningan. Keputihan akan menjadi bahaya bila cairan yang keluar berwarna kehijauan, berbau busuk, serta menimbulkan gatal. Selain mengganggu kenyamanan, infeksi jamur pada daerah kelamin juga bisa menimbulkan efek bagi janin. Bila tak ditangani dengan segera oleh dokter obgin, infeksi tersebut bisa naik ke rahim, yang akan menyebabkan penipisan selaput ketuban dan berakibat pada pecahnya ketuban.

Hal ini tentu saja tak diinginkan, mengingat usia kandungan yang belum cukup bulan, akan membahayakan kesehatan Mama dan janin. Berisiko Timbulkan Penyakit Parestesia. Parestesia ialah sensasi seperti kesemutan atau terbakar di anggota tubuh. Hal ini bisa terjadi pada siapa pun, tidak hanya mamil. Parestesia biasanya timbul bila seseorang mengenakan pakaian terlalu ketat lebih dari 4 jam, sebagai akibat adanya hambatan pada sirkulasi darah di dalam tubuh.

Bila kondisi ini terjadi, segera ganti pakaian ketat dengan pakaian yang lebih longgar diikuti meluruskan anggota tubuh agar aliran darah kembali lancar. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terhambatnya aliran darah pada mamil, bisa menghambat aliran darah menuju janin juga sehingga berisiko mengganggu kesehatan Mama dan janin.

Terjadi Tight Pants Syndrome (TPS) TPS ditandai dengan rasa nyeri pada perut, panas, dan sesak di dada, disertai naiknya asam lambung ke kerongkongan, terutama beberapa jam setelah makan. TPS memiliki gejala yang sama dengan heartburn, namun TPS juga bisa ditandai dengan adanya rasa kesemutan, kram, hingga mati rasa di daerah kaki.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Mama dan Me Time Bag3

Tapi banyak yang bilang, ‘wajar kok, jadi jangan dibikin ‘drama’. Kita semua butuh me time. Tapi tetap saya merasakan perasaaan bersalah itu.” TEMPAT RASA BERSALAH Menurut Della, perasaan bersalah saat mama melakukan me time wajar saja, karena peran sebagai “pelayan keluarga” yang dibalut dengan naluri keibuan (motherhood) begitu melekat dalam karakter semua perempuan yang memilih jalan hidup sebagai ibu.

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Enggak cuma pengaruh hormonal atau kondisi biologis, kok. Spirit ini juga diperkuat dengan tuntutan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan sosial, budaya, dan agama. Kalaulah seorang ibu dengan sengaja mengabaikan kepentingan keluarga, sudah pasti akan timbul koreksi dan teguran dari lingkungan yang membuat ibu ‘merasa bersalah’. Kalau sudah begini, ibu tersebut akan termotivasi secara internal dan eksternal untuk mendahulukan pelayanan terhadap keluarga daripada melayani kesenangan sendiri,” tutur Della. FASE ISI BENSIN Namun Della mengingatkan, me time sebetulnya justru bermanfaat bagi keberlangsungan peran ibu itu sendiri.

Kok bisa? Karena me time merupakan fase “isi bensin” atau upaya memperbaharui suasana hati setelah datangnya tuntutan fi sik ataupun mental selama menjalankan rutinitas. Hal ini dibenarkan Nina Samidi yang merupakan orang tua tunggal bagi Jingga Lembayung Senja (7) dan Kemuning Lintang Timur (2). Meski ada perasaan bersalah, ia tetap yakin, membagi waktu antara diri sendiri, anak-anak, dan pekerjaan adalah sebuah keharusan. “Asalkan kitanya bisa mengatur. Kalau dipikirpikir ibu kita dulu berhasil, kenapa kita enggak?

Bagi waktunya ya sesuai jadwal masing-masing aja. Kita juga harus bisa koordinasi. Anak mesti tahu juga jadwal orangtuanya, dan orangtuanya harus aware dengan jadwal anak. Jadi, kalau anak tiba-tiba minta ini-itu, dia sudah tahu kalau orangtuanya mungkin enggak bisa memenuhinya karena ada jadwal lain,” katanya menjelaskan. Nina yang bekerja di sebuah kantor LSM pun selalu berusaha membedakan waktu untuk urusan rumah dan urusan pekerjaan. Menurutnya, kalau sudah berada di rumah, seorang mama harus memerhatikan secara penuh segala urusan di rumah. “Sebaliknya, walau sesekali harus mengecek anak-anak di rumah, kalau di kantor, kita harus fokus kerja.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Mother of Brainspotting Indonesia Bag3

Apalagi orang-orang dengan masalah psikologis di Indonesia sangat banyak, dari masalah kecemasan atau stres, juga KDRT, trauma, fobia, masalah dengan masa lalu, tidak percaya diri, pelecehan, bullying dan lain sebagainya,” papar Ine. Tak hanya orang dewasa. Karena latar belakang Ine sebagai psikolog anak, jika ada masalah psikologis pada anak, maka sebelum menggunakan BS kepada anak, biasanya Ine akan mengobservasi hubungan orangtua-anak terlebih dahulu.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Bila masalah anak ternyata sumbernya ada pada orangtua… Misalnya, orangtua mengeluhkan anaknya yang pemarah dan tidak bisa diatur, lalu ketika ditelusuri dan observasi ternyata masalahnya bersumber dari orangtua yang tidak sabaran dan pemarah, maka saya akan melakukan edukasi dan intervensi dulu ke orangtua. Salah satunya dengan BS.” Memang, saat ini BS banyak digunakan untuk mengatasi masalah orang dewasa.

Meski begitu, sudah ada yang mengembangkan BS untuk anak-anak dengan teknik yang lebih menyenangkan. Misalnya, dengan menggunakan boneka, lampu warna warni, dan lainnya, agar menarik. “Saya pribadi sudah pernah menggunakannya untuk mengatasi beberapa masalah emosi anak dan remaja,” aku Mama dari Mosha Aqeela Nyndita (5) dan Kaleiana Sabina Nyndia (2) ini Sedangkan untuk mendongkrak prestasi, meningkatkan kemandirian anak sebenarnya bisa saja dilakukan, karena BS juga bisa digunakan untuk meningkatkan performa.

Apalagi bila dari dalam diri anak ada keinginan untuk berubah atau ingin lebih dapat perform sehingga prosesnya dapat menjadi lebih mudah. Namun, jelas Ine, untuk anak yang diterapi BS biasanya perlu memiliki IQ minimal rata-rata, selain juga si anak sudah lebih besar, di atas 6 tahun.

Untuk anak berkebutuhan khusus, semisal yang memiliki masalah sensori-motor atau IQ-nya kurang, perlu menggunakan terapi lain terlebih dahulu, seperti: okupasi, sensori integrasi, dll. Bagaimana dengan mama hamil? Ternyata, juga bisa, lo! Menurut Ine, BS bisa digunakan pada mamil untuk membantu mamil agar siap dan mau menerima kehadiran janin, lebih percaya diri dengan kondisi hamil, serta meminimalisasi sindrom baby blues.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Juara Menulis Dan Pidato Nasional

Ternyata, Tenri tak hanya berbakat menggambar, ia pun pintar sekali menulis cerita. Mungkin ini dipengaruhi oleh kegemaran Tenri dan keluarga kami dalam membaca. Di rumah ada perpustakaan mini yang menjadi tempat favorit Tenri dan adik-adiknya membaca. Buku yang paling ia suka adalah buku-buku dari penulis KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), buku cerita yang ditulis oleh penulis-penulis cilik seusia Tenri. Dari sinilah Tenri ingin seperti para penulis cilik yang bisa menulis cerita.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Ia kemudian menulis cerita dan dikirimkan ke panitia KPCI (Konferensi Penulis Cilik Indonesia) tempat para penulis KKPK berkonferensi. Walhasil, Tenri pun berhasil menyisihkan ribuan calon peserta dan ia diundang untuk ikut konferensi. Bahkan, salah satu cerita pendeknya, “Jeritan-jeritan Roh”, berhasil menjadi juara I di konferensi ini untuk kategori penulis pemula. Ilmu yang didapat Tenri di konferensi ini terus ia kembangkan. Saya lihat, Tenri semakin bersemangat menulis. Ketika sekolahnya mengadakan lomba menulis cerita, Tenri tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Hasilnya luar biasa, ia menjadi juara I dalam lomba menulis cerpen antarsekolah AlAzhar se-Indonesia pada 2015. Tenri terlihat sangat senang bisa mengharumkan nama sekolahnya dan ia pun kerap ditanya oleh teman-temannya bagaimana cara menulis yang bagus. Tak berhenti sampai di situ, beberapa waktu lalu, lagi-lagi Tenri berhasil menyabet juara I tingkat nasional dalam lomba menulis cerpen kategori penulis di KPCI 2015.

Judul cerpennya, “Intan di Titik Kulminasi”. Yang juga menggembirakan, saat ini Tenri sedang menanti tiga buku ceritanya diluncurkan ke umum. Sebenarnya, saat duduk di kelas II SD pun Tenri sudah menunjukkan bakat lain, yaitu pidato. Gaya bicaranya saat berpidato terlihat sangat lancar. Beberapa juara lomba pidato di sekolah maupun tingkat lokal berhasil ia raih. Namun, yang paling membanggakan adalah Tenri berhasil menjadi juara I tingkat nasional lomba PAI (Pidato Agama Islam) 2015 yang diselenggarakan di Bekasi.

Ia menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga berhasil meraih peringkat 8 dalam lomba pidato Bahasa Indonesia FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) 2015 di Palembang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Kemudian, November 2015 Tenri berhasil menjadi juara I lomba dai cilik dalam Festival Maulid Nusantara 9 di Jakarta Islamic Centre.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Batuk Yang Perlu Penanganan Lanjut

? Pertusis Batuk karena pertusis atau batuk rejan, disebabkan oleh Bordetella pertussis. Batuk pada pertusis sering kali bersambung atau terus-menerus, akibatnya anak tidak mempunyai kesempatan untuk mengambil napas, sehingga dapat terjadi kekurangan oksigen (hipoksemia) yang sangat membahayakan jiwa. ?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Pneumonia Gejala klinis adalah demam, sesak napas, napas cuping hidung, dan nyeri dada pada anak besar. Sebagian besar pneumonia yang terjadi pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri jadi perlu mendapat terapi antibiotik. ?

Tuberkulosis (TB) Anak patut dicurigai menderita TB jika terdapat riwayat kontak erat dengan pasien TB, sakit dan demam lama berulang tanpa sebab yang jelas, berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau berat badan tidak naik dalam 1 bulan dengan penanganan gizi yang adekuat, batuk lama (lebih dari 3 minggu) tanpa sebab yang jelas, diare lama atau berulang tanpa sebab yang jelas, reaksi cepat pasca-imunisasi BCG (kemerahan timbul 3-7 hari setelah suntikan), pembesaran kelenjar getah bening (di leher, ketiak, lipat paha).

Naik Kendaraan Umum

Punya anak kecil selalu menjadi alasan mengutamakan kenyamanan saat bepergian ke luar rumah. Jika punya kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, biasanya kita cenderung naik kendaraan pribadi saat pergi ber sama si kecil. Padahal, boleh banget, lo, sekalikali membawa anak pergi dengan kendaraan umum. Pengalaman naik kendaraan umum akan memberikan sensasi berbeda bagi anak. Ia tak hanya tahu pergi dengan nyaman, tetapi juga tahu serunya berbagi tempat duduk di fasilitas umum. Ia pun jadi tahu, ada banyak orang di luar rumah yang memilih pergi dengan kendaraan umum, plus anak terbiasa melihat dan bertemu banyak orang. Pengalaman berbeda ini justru menjadi bekalnya kelak.

Menjadi Pelindung Anak

Belakangan ini kasus kekerasan dan kejahatan pada anak kembali disorot. Tingginya angka kasus kekerasan dan kejahatan, terutama seksual, terhadap anak membuat kita berpikir kembali, mengapa sulit mendapatkan lingkungan ramah anak, bahkan dari sekitar rumah. Padahal, dalam membesarkan anak, kita perlu kerja sama banyak pihak. Tidak hanya orangtua dan keluarga saja, tetapi juga lingkungan sekitar tempat anak itu bertumbuh.

Pelindung Anak adalah hasil kerja sama UNICEF dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama berbagai LSM, akademisi, serta kelompok relawan. Dalam laman https://pelindunganak.org/, setiap orang dewasa atau remaja dapat terlibat dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak, hanya dengan mengikuti tiga langkah saja, yakni: bergabung melalui media sosial Facebook atau Twitter, share berbagai artikel tentang perlindungan anak di media sosial, dan segera melapor jika melihat atau mengetahui kekerasan terhadap anak. Pendek kata, kita semua bisa bantu turun tangan dalam melindungi anak, generasi masa depan penerus bangsa.

Sumber : https://eduvita.org/

 

2 Alasan Bayi Asi Tumbuh Cerdas

Riset dari Brigham Young University yang dimuat di The Journal of Pediatrics menyebutkan, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dan lebih berprestasi di sekolah. Hal ini berkaitan dengan cepatnya respons terhadap kebutuhan emosional anak dan kebiasaan membaca untuk anak sejak usia 9 bulan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Kedua hal ini cenderung dilakukan oleh para mama menyusui,” kata Ben Gibbs, salah satu peneliti. Hasil riset ini juga ditegaskan oleh pakar perkembangan anak, Sandra Jacobson, dari Wayne State University School of Medicine. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan ASI selama 6 bulan atau lebih cenderung meraih hasil yang tinggi dalam penilaian membaca. “Ini karena anakanak tersebut mendapatkan praktik pengasuhan yang paling optimal dari orangtuanya,” ujar Jacobson. Membaca untuk bayi setiap hari dimulai sejak usia 9 bulan dan sensitif terhadap sinyal-sinyal dari bayi selama berinteraksi dengannya merupakan Iaktor yang secara signiO kan menandakan kesiapan membaca anak begitu memasuki usia 4 tahun.

Siapa Yang Harus Lebih Sering USG? Mereka adalah para mama dengan aktivitas dan tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi, yang membuatnya harus sering mengangkat barang, berjalan atau berdiri, bekerja dalam waktu lama, bahkan masuk dalam shift malam. Bila Mama termasuk kategori ini, pemeriksaan USG yang lebih sering pada trimester 3 dapat membantu memantau perkembangan bayi dan menemukan berbagai masalah yang mungkin muncul. “Yang ideal adalah mengubah jadwal bekerja mamil,” ujar Cynthia Gyamfi , MD, Asisten Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Columbia University Medical Center di New York City.

Asi tidak mencukupi Ternyata, ini berkaitan dengan insulin yang diproduksi selama masa menyusui. Riset yang dimuat di jurnal PLOS ONE menemukan, kelenjar susu ternyata menjadi sensitif terhadap insulin selama masa menyusui. Hal ini menyebabkan ASI yang dikeluarkan oleh para mama dengan gangguan metabolisme glukosa akan butuh waktu lebih lama. Gangguan ini biasa dialami oleh mama yang memiliki berat badan berlebih, mempunyai anak pada usia matang, atau melahirkan bayi dengan berat badan besar. Menurut ahli, kondisi ini bisa dicegah dengan pemberian obat untuk mengontrol gula darah, sehingga reaksi insulin terhadap kelenjar susu bisa diperbaiki dan suplai ASI bisa lebih banyak. “Namun, yang paling ideal adalah mengubah diet dan lebih banyak berolahraga,” kata Laurie Nommsen-Rivers, PhD, RD, IBCLC, salah satu peneliti yang berasal dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Bangun Generasi Bergerak

WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Discases Attributable to Selected Major Risk menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik atau physical inactivity merupakan penyebab kematian peringkat ke-4 tertinggi setelah diabetes (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), merokok.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Di Indonesia sendiri, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukan, hampir separuh dari proporsi penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun (42%) masih tergolong memiliki gaya hidup tidak aktif (sedentary/kurang beraktivitas fisik). Pada kelompok usia anak-anak (10-14 tahun) dan remaja hingga dewasa muda (15- 24 tahun) bahkan ditemukan 67% dan 52% di antaranya tergolong memiliki gaya hidup tidak aktif. Sebagaian besar terjadi di wilayah Pulau Jawa.

Secara klinis, dalam jangka panjang hal ini akan berpengaruh pada meningkatnya risiko terhadap kesehatan, khususnya berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan ganguan jantung, bahkan pada usia muda. Dengan fakta ini, Coca Cola meluncurkan kampanye Gerakan INDONESIA SeGar yang mengajak anak-anak bergerak aktif.

Titie Sadarini, Director Public A­ airs and Communications Coca-Cola Indonesia menjelaskan: “Setelah mengaktivasi 20 sekolah di 2014 lalu, pada tahun ini INDONESIA SeGar kembali memperluas program intervensi di sekolah. Tahun ini kami menargetkan setidaknya lebih dari 15.000 siswa dan 1.200 guru dari 30 SD dan SMP lagi akan mendapatkan pelatihan seputar pentingnya gaya hidup aktif dari para dokter spesialis olahraga.”

Dr. Andi Kurniawan, SpKO, Technical Expert Team Indonesia SeGar juga menjelaskan, “Tingkat kebugaran pada usia sekolah sangat penting dan dapat menentukan perkembang an tingkat kesehatan masa dewasa seseorang. Intervensi dari sekolah berperan sangat strategis dalam hal mengubah perilaku. Bukan hanya para siswa, tapi kepala sekolah dan guru juga harus berperan aktif dalam menginspirasikan gaya hi dup aktif.

Aktivitas fisik seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru PENJASKES, tapi dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, seperti observasi di luar ruang dalam pelajaran biologi, berhitung menggunakan gerak tubuh dalam pelajaran matematika, bahkan dalam beberapa menit strecthing pada sela-sela pelajaran akan sangat membantu sekali agar siswa untuk terus bergerak aktif ”.

Serunya Baby Shower

Nujuh bulanan, kira-kira itulah pengertian dari perayaan baby shower. Bedanya, tujuh bulanan yang merupakan ritual adat asli Indonesia itu menekankan dari sisi religi dan dirayakan dengan lebih sakral. Sedangkan pada acara baby shower yang sejak dulu sudah dilakukan oleh masyarakat Amerika dan Eropa, diselenggarakan lebih kasual dan menekankan unsur fun. Belakangan, kalangan selebriti Holywood, sebut saja Kim Kardashian, membuat baby shower menjadi booming.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Mengapa disebut baby shower? Sebab, pada acara perayaan ini, Mama bersama buah hati di kandungan akan dihujani dengan doa dan hadiah dari para undangan. Tertarik melakukannya? Tak ada salahnya bila Mama berencana menyelenggarakan momen bahagia ini. Mengundang teman-teman dekat, makan bersama, membuka kado bersama, bercengkerama dan berdoa untuk buah hati, bisa membuat Mama merasa bahagia dan berdampak pada kelancaran persalinan nantinya. Nah, agar “pesta” berjalan sesuai rencana, lakukan langkah persiapan berikut ini!

Menyiapkan Sendiri

Bila Mama berencana hanya mengundang teman dekat dengan jumlah undangan tak lebih dari 20 orang, Mama bisa meminta bantuan keluarga untuk menjadi panitia penyelenggara. Setidaknya ada 3—5 orang yang Mama percaya untuk mengurus ini: • Undangan: dari desain, pencetakan, hingga penyebarannya. • Dekorasi: menentukan tema, pembelian perlengkapan, hingga penataan. • Membuat susunan acara: berapa lama dilakukan (biasanya hanya berlangsung 2—3 jam agar mamil tidak kelelahan), permainan apa saja yang dihadirkan, menentukan siapa MC bila dibutuhkan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan jalannya acara dari awal hingga selesai. • Konsumsi: menentukan jenis kudapan, pembelian, dan penataan. • Suvenir: menentukan, membeli, dan mengemas suvenir untuk tamu undangan. • Dokumentasi: bertugas mengabadikan momen indah dalam jepretan kamera agar bisa terus dikenang.

Menggunakan Jasa Event Organizer?

Bila ingin dirayakan lebih besar, memakai jasa event organizer akan membuat Mama jauh lebih santai, sebab semua persiapan di atas sudah ada yang menangani, dengan biaya yang lebih besar tentunya. Berikut pertimbangan bila ingin menggunakan event orga nizer: • Jumlah undangan lebih dari 30 orang atau Mama ingin membuat baby shower terlihat lebih sempurna dari segi dekorasi. • Menyediakan bujet 2—3 kali lebih besar ketimbang menyiapkannya sendiri. • Pastikan MC yang dipilih mengenal Mama dengan baik, agar bisa membangun suasana. • Mama tetap perlu membuat panitia inti sebagai pengawas kinerja event organizer. • Pilih event organizer bereputasi baik atau yang sering mengadakan baby shower sebelumnya.

Sumber : pascal-edu.com

Relaks Supaya Tak Kontraksi

sat-jakarta.com – Ketika tubuh mulai terasa lelah, Bona akan mencuri waktu beristi rahat sejanak. Finalis Asia’s Next Top Model 2014, Kometa Selamat ya! Menurut MC sekaligus penyiar radio ini, tak ada gangguan mual muntah berarti selama (29) tengah mengandung anak kedua. Bona Dea kehamilannya lantaran aktivitasnya yang padat. “Mual sih ada di bulan-bulan awal namun tidak terlalu terasa,” ceritanya. Jadwal keseharian Bona memang penuh, dari antarjemput si sulung, Ratu Mabelle Muhammad (5), pemotretan, menjadi bintang tamu di televisi, hingga mengajar public speaking dan grooming di perusahaanperusahaan.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Saking sibuknya, dokter pernah mengingatkan Bona akan kepadatan jadwalnya ini. Namun, sulit baginya untuk tidak beraktivitas. Ternyata kekhawatiran dokter beralasan. Di usia kehamilan 4 bulan, kepala janinnya sudah di bawah. “Padahal seharusnya hingga usia 6 bulanan, janin masih berputar-putar saja,” cerita istri dari Muhammad Ridha (32) ini. Karena ada kehawatiran bersalin prematur, Bona pun menuruti nasihat dokter untuk lebih banyak istirahat. “Tapi tidak bisa total istirahat. Saya masih kerja meski hanya seminggu sekali,” katanya.

Syukurlah, setelah sebulan, posisi janin kembali normal dan Bona bisa beraktivitas seperti biasa. Dari pengalaman itulah, Bona memetik pelajaran bahwa ia perlu memahami tubuhnya sendiri. Ketika tubuh mulai lelah dan perutnya menegang, ia pun akan mencuri waktu untuk beristirahat sejenak. “Pernah, saat siaran radio, perut saya tegang. Mungkin karena terlalu lama duduk. Lalu saya cari sofa dan rebahan sambil relaksasi. Sewaktu jalanan macet, juga begitu. Saya akan menepi lalu relaks sampai otot perut tidak tegang lagi,” cerita Bona. Yup, relaks dulu sampai ketegangan hilang.

1. Lagu “Ambilkan Bulan” dan “Burung Kakaktua” mengalun dari keyboard yang dimainkan Mabelle. “Kami mengarahkan Mabelle untuk belajar piano karena bermanfaat untuk stimulasi kecerdasannya,” kata Bona. 2. Sepertinya Mabelle sudah siap punya adik. Lihat saja, ia begitu senang ketika Bona mengajaknya bernyanyi untuk calon adiknya. “Saya sudah siapkan dia untuk tidak cemburu ketika adiknya nanti lahir,” kata Bona.

3. Meski sedang hamil Bona tetap menjalani profesinya sebagai model. “Tapi kalau fashion show sudah setop sejak hamil tiga bulan soalnya perut sudah mulai gendut,” kata Bona sambil di-make up. 4. “Mabelle suka motret lo pakai HP. Fotonya juga bagus-bagus, jadi sering saya jadikan profi le picture di HP.”