Ubah Atap Karena Bocor Bagian 2

Untuk denah rumah, memang saat ini saya lihat dinding depan sangat dekat dengan jalan, sementara Anda tidak menjelaskan berapa lebar jalan di depan rumah Anda. Sudah menjadi peraturan baku dan standar bahwa Garis Sempadan Bangunan (GSB), yaitu dinding paling depan dari rumah harus memiliki ruang dan jarak dengan pagar/batas jalan. Pada umumnya jarak/lebar GSB adalah setengah dari lebar jalan. Jadi apabila jalan di depan rumah Anda lebarnya adalah 6.00m, maka kirakira GSB atau jarak dinding rumah dengan pagar Anda adalah 3.00m.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Namun apabila bukan berupa dinding tertutup—misalnya carport, teras, balkon, dan sebagainya Anda masih bisa melewati GSB. Oleh sebab itu, dinding depan rumah Anda saya buka dan saya jadikan sebagai teras sekaligus ruang penerima tamu mungil. Kemudian ruang tamu yang ada saya tambahkan lebarnya dan dijadikan sebagai ruang tidur yang luasnya lebih ideal dibandingkan sebelumnya. Dengan posisi seperti ini, Anda bisa mendapatkan ruang tengah yang terasa lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Ruang tengah ini dapat sekaligus menjadi ruang keluarga, ruang makan, dan dapur Bagian paling belakang rumah saya buat sebagai ruang terbuka. Sebagian berupa taman kering dan sebagian lainnya sebagai ruang cuci dan setrika. Ruang Tidur di Atas Di lantai atas, ruang tidur utama saya letakkan di bagian depan. Di sini saya buat menjadi sebuah ruang tidur utama yang ideal dan senyaman mungkin. Seandainya Anda memerlukan kamar mandi pribadi, Anda dapat mengubah bukaan pintu kamar mandi dari dalam rumah. Sedangkan untuk ruang tidur 2 dapat menggunakan kamar mandi di lantai 1.

Saya memanfaatkan penutup atap teras rumah sebagai balkon untuk ruang tidur utama ini. Ruang antara ruang tidur utama dan ruang tidur 2 saya jadikan sebagai ruang buku atau perpustakaan mini keluarga Anda, sedangkan di atas ruang cuci dan setrika saya buat sebagai ruang jemur. Kemudian untuk sumur resapan air hujan, Anda dapat membuatnya di depan teras rumah. Air hujan dari belakang rumah dapat saja disalurkan melalui talang tertutup ke depan. Namun Anda juga bisa membuat satu lagi sumur resapan di taman kering belakang rumah jika Anda tidak mau membuat saluran air tertutup untuk ke depan rumah. Mudah-mudahan ide yang saya berikan dapat berkenan dan dapat menjadi rumah mungil keluarga yang nyaman.

Ubah Atap Karena Bocor

Saya dan keluarga memiliki sebuah rumah di lahan berbentuk “aneh”, karena mendapat kelebihan tanah di belakang. Lebar tanah 5m, sisi timur dan barat diapit tetangga, sementara dinding bagian belakang berbatasan dengan lahan kosong. Jika hujan lebat, air merembes melalui dinding ini. Ruang yang kami inginkan adalah sebagai berikut. 1. Carport. Kalau memungkinkan posisinya tetap seperti sekarang. 2. Ruang tamu. 3. Perpustakaan mini di lantai atas. 4. Ruang tidur (3 buah); 1 buah di lantai bawah, 2 buah di lantai atas. 5. Kamar mandi. 6. Dapur. Kalau bisa posisi dapur tidak dipindah. 7. Ruang makan yang menyatu dengan dapur. 8. Ruang keluarga. 9. Ruang cuci/jemur.

Baca juga : Jual Genset Bali

Kami ingin mengubah bentuk atap. Awalnya atap berbentuk jurai, sehingga sering bocor. Kami ingin mengubahnya menjadi atap pelana. Selain itu, tembok depan (kamar tidur) juga terlalu dekat dengan pagar. Rencananya, kami ingin memundurkan tembok itu sekitar 1m. Ruang buku di sebelahnya ingin kami bongkar, supaya ruang tamu jadi lebih lega. Untuk desain, kami mengharapkan desain yang hemat energi, rumah yang terang dan punya sirkulasi udara yang baik. Jika memungkinkan, kami ingin ada sumur resapan di halaman rumah. Namun, kami bingung dengan instalasinya karena kami ingin sumur resapan ini menampung air talang di belakang rumah. Terima kasih atas bantuan Pak Wijoyo. Maaf kalau pertanyaan dan kemauannya banyak.

Sebetulnya tanah berbentuk trapesium seperti ini adalah biasa, karena masih berbentuk geometris beraturan. Dinding kiri kanan masih sejajar, jadi masih mudah untuk membuat pembagian ruang yang nyaman. Sedangkan air yang merembes dari dinding belakang rumah Anda, bisa jadi permukaan tanah kosong di belakang rumah Anda itu letaknya lebih tinggi, sementara tembok pembatas tidak dibuat sebagai dinding kedap air, sehingga air tanah merembes ke halaman/ bagian belakang rumah Anda.

Tinggikan Dasar Rumah Ada baiknya, karena Anda bermaksud membangun rumah menjadi 2 lantai. Anda bisa meninggikan lantai dasar rumah Anda sekitar 50-60cm, dan membuat lantai dasar rumah menggunakan beton bertulang. Dengan cara ini, niscaya rumah Anda akan terbebas dari rembesan air tanah. Dinding belakang rumah juga ada baiknya Anda lapis lagi dengan dinding ¼ bata dengan adukan kedap air dengan perbandingan 1PC:2Ps (1 semen: 2 pasir) dan dapat ditambahkan bahan tambahan (additive) kedap air.