Mama dan Me Time Bag3

Tapi banyak yang bilang, ‘wajar kok, jadi jangan dibikin ‘drama’. Kita semua butuh me time. Tapi tetap saya merasakan perasaaan bersalah itu.” TEMPAT RASA BERSALAH Menurut Della, perasaan bersalah saat mama melakukan me time wajar saja, karena peran sebagai “pelayan keluarga” yang dibalut dengan naluri keibuan (motherhood) begitu melekat dalam karakter semua perempuan yang memilih jalan hidup sebagai ibu.

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Enggak cuma pengaruh hormonal atau kondisi biologis, kok. Spirit ini juga diperkuat dengan tuntutan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan sosial, budaya, dan agama. Kalaulah seorang ibu dengan sengaja mengabaikan kepentingan keluarga, sudah pasti akan timbul koreksi dan teguran dari lingkungan yang membuat ibu ‘merasa bersalah’. Kalau sudah begini, ibu tersebut akan termotivasi secara internal dan eksternal untuk mendahulukan pelayanan terhadap keluarga daripada melayani kesenangan sendiri,” tutur Della. FASE ISI BENSIN Namun Della mengingatkan, me time sebetulnya justru bermanfaat bagi keberlangsungan peran ibu itu sendiri.

Kok bisa? Karena me time merupakan fase “isi bensin” atau upaya memperbaharui suasana hati setelah datangnya tuntutan fi sik ataupun mental selama menjalankan rutinitas. Hal ini dibenarkan Nina Samidi yang merupakan orang tua tunggal bagi Jingga Lembayung Senja (7) dan Kemuning Lintang Timur (2). Meski ada perasaan bersalah, ia tetap yakin, membagi waktu antara diri sendiri, anak-anak, dan pekerjaan adalah sebuah keharusan. “Asalkan kitanya bisa mengatur. Kalau dipikirpikir ibu kita dulu berhasil, kenapa kita enggak?

Bagi waktunya ya sesuai jadwal masing-masing aja. Kita juga harus bisa koordinasi. Anak mesti tahu juga jadwal orangtuanya, dan orangtuanya harus aware dengan jadwal anak. Jadi, kalau anak tiba-tiba minta ini-itu, dia sudah tahu kalau orangtuanya mungkin enggak bisa memenuhinya karena ada jadwal lain,” katanya menjelaskan. Nina yang bekerja di sebuah kantor LSM pun selalu berusaha membedakan waktu untuk urusan rumah dan urusan pekerjaan. Menurutnya, kalau sudah berada di rumah, seorang mama harus memerhatikan secara penuh segala urusan di rumah. “Sebaliknya, walau sesekali harus mengecek anak-anak di rumah, kalau di kantor, kita harus fokus kerja.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *